Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Lapas Perempuan Kelas II B Batam Musnahkan Barang Bukti Razia

JMRN, Batam | Sebanyak 21 Item barang bukti hasil Razia di Lapas Perempuan Kelas II B Batam dimusnahkan pagi tadi dihalaman Lapas oleh Kalapas Mulyani beserta jajaran staff.  21 item jenis barang ini mulai dari asbak, rokok, mancis, powerbank, handphone dan barang barang lain yang ditemukan petugas lapas tidak boleh disimpan oleh tahanan.

Menurut Mulyani, keberadaan barang - barang yang dilarang untuk dimiliki tahanan hampir bisa dipastikan tidak berasal dari pembesuk tahanan. " Prosedur membesuk tahanan kita berlapis dan kecil kemungkinan pembesuk bisa meloloskan barang yang dilarang. Kemungkinan tahanan bisa mendapatkan rokok dll pada saat keluar untuk sidang di Pengadilan."  demikian Mulyani berprediksi.

Acara pemusnahan sempat dikagetkan dengan meledaknya powebank yang membuat kaget Kalapas beserta jajaran. Meledaknya powerbank diikuti dengan keluarnya semacam semburan gas dan asap tebal untuk waktu yang cukup lama. Mulyani sendiri terheran-heran " Powerbank aja bisa begitu ya meledaknya." Tutur Kalapas berusia 51 tahun ini.

Lebih jauh Mulyani menjelaskan bahwa tahanan-tahanan di lapas Perempuan kelas II B Batam sangat kreatif. " Mungkin karena keterbatasan , mereka harus pintar menyiasati. Botol saja bisa dipotong jadi Asbak. Memotongnya saat praktek kerja karena didalam tahanan tidak boleh ada senjata tajam. Saya pikir mau dijadikan vas bunga, ternyata asbak. " tutur Mulyani.

Mulyani menerapkan aturan yang cukup tegas dilingkungan Lapas Perempuan Kelas II B Batam. Salah satunya dilarang merokok. " bagi tahanan wanita yang baru masuk dan mengaku haid, pembalutnya kami suruh ganti baru. Pembesuk juga tidak boleh memberikan pembalut. Jika tahanan butuh pembalut bisa mendapatkan di koperasi yang ada di lapas. "   tegas Mulyani.

Pengawasan ketat juga diberlakukan untuk masalah obat- obatan. Di Lapas obat- obat yang beredar untuk tahanan harus sudah atas rekomendasi perawat lapas. Pil KB saja tidak boleh, karena mereka ( tahanan perempuan, red ) tidak bisa menyalurkan kebutuhan biologis. Jadi untuk apa Pil KB ? Ini yang kita khawatirkan takutnya dipakai untuk hal yang tidak benar. " pungkas Mulyani sembari menutup kepada Radionasional.com. ( Arif ).

Bagikan

Komentar Anda