Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Pelopor Tani Padi Batam Hadiri Haul Ke 2 Majelis Manakib Di Pancur Biru Lestari 2

Wahyu Wahyudin ( X), Pelopor Tani Padi Batam
JMRN-Batam | Tidak hanya sekedar mempelopori Budidaya Padi di Batam saja rupanya prestasi anak muda bernama Wahyu Wahyudin ini, tetapi aktif dalam bidang spiritual termasuk mengikuti acara Haul ke 2 Majelis Manakib yang diadakan pada Sabtu 19 Januari 2019 di Pancur Biru 2 Kelurahan Mangsang Sei Beduk juga dijabanin oleh pria ini.

Menurut Wahyu, selain duniawi pembangunan mental sprituil juga sangat perlu dilakukan. " dengan majelis Manakib ke dua ini kita berusaha meningkatkan kualitas ibadah kita menjadi lebih baik kepada Allah SWT." demikian Wahyu menjelaskan.

Tema yang diusung dalam Haul ke 2 Majelis Manakib ini adalah Menggapai berkah dengan Wasilah Tuan Syekh Abdul Qadir Jaelani QS dengan tausiah yang dibawakan oleh Ust. Asep Ijudin Abdissalam, SPD.I. Acara Tausiah yang diselenggarakan di pelataran Mesjid Al Muhajirin Pancur Biru 2 dipadati oleh anggota Majelis Manakib baik dari kalangan lelaki maupun wanita.

Dalam tausiahnya, Ustad Asep membawakan tentang pembersihan penyakit hati dengan metode Dzikirullah. Dengan berdzikir yang dishalawatkan kepada Tuan Syekh Abdul Qadir Jaelani menurut Ustad Asep maka proses Dzikirullah akan bisa sampai langsung kepada Allah SWT. " Logikanya kita mau ketemu Walikota Batam di Lantai 5 tentu tidak bisa langsung ketemu. Harus lewat prosedur dulu, baru bisa jumpa. Begitu juga dengan Allah, tidak bisa langsung ketemu. Harus melewati wasilah dari orang orang saleh yang sudah teruji keimanannya, teruji kewaliannya, barulah bisa sampai kepada Allah SWT. " demikian sepenggal potongan dari tausiah Ustad yang mengaku belum sampai usia 40 ini.

Wahyu sendiri dalam kesempatan terpisah setelah acara menambahkan bahwa acara untuk membina akhlak manusia terutama dengan melakukan pembersihan hati melewati Dzikirullah haruslah sering diadakan. " Harus kita akui bahwa kondisi akhlak dan moral kita sekarang ini jauh dari kata mulia.sebagaimana yang diajarkan Rasulullah. Kemarahan dimana - mana, tanda bahwa penyakit hati semakin berkembang. Dengan mengurangi penyakit hati ini tentunya kita berharap ke depannya generasi Islam bisa lebih mulia lagi akhlaknya dari saat sekarang ini. " demikian Wahyu yang juga sedang sibuk membantu pengembangbiakan ternak Burung Puyuh di Kabil ini mengakhiri kepada radionasional.com. ( Arif )
Bagikan

Komentar Anda

0 comments: