Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Merinding!! Mahasiswa Mulai Bergerak Bersatu Kritik Kinerja Legislasi DPR RI

Mahasiswa Mulai Bergerak Bersatu Kritik Kinerja Legislasi DPR RI

Yogyakarta, JMRN-Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak yang terdiri dari berbagai elemen Masyarakat dan Mahasiswa menggelar aksi Longmarch, sebagai bentuk keprihatian masyarakat terhadap kinerja lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam merumuskan revisi undang-undang. Setidaknya, pada aksi ini massa menekankan tujuh poin yang harus diperhatikan para wakil rakyat dalam merevisi undang-undang.

Menurut salah seorang peserta aksi, Wahyudi Lintang di sela-sela Longmarch kepada wartawan media ini, Senin (23/9) menjelaskan tujuan Longmarch di Pertigaan Colombo, Gejayan, Sleman, Yogyakarta dari titik awal di pertigaan Universitas Islam Negeri( UIN). Meski sempat tertahan kurang lebih sekitar 20 menitan oleh pengaturan rekayasa lalu lintas aparat Polisi Lalu Lintas, namun perjalanan pun berlangsung lancar hingga di titik akhir.

Jarak tempuh Longmarch yang diperkirakan lebih tiga kilometer itu tak menyurutkan semangat peserta aksi. Seperti diketahui, aksi ini dilakukan untuk merespon permasalahan yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Mulai dari RUU KPK yang sudah disahkan, RUU Pertanahan, RUU Minerba, Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera, RUU PKS yang tak kunjung disahkan, Diskriminasi terhadap masyarakat Papua, dan lain sebagainya, jelas salah satu peserta aksi berdasarkan orasi yang didengarnya.

Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat tersebut terdiri dari banyak organisasi dan individu, mulai dari mahasiswa UGM, UIN, UII, UNY, UAD, APMD, Sanata Dharma, Atmajaya, dan lain sebagainya yang turut hadir saat aksi dilaksanakan.

Selama Proses Longmarch massa jalan dengan tertib dan kondusif. Sepanjang perjalan massa menyanyikan lagu Darah Juang, Buruh Tani, dan juga meneriakan penolakan terhadap RUU KPK, RUU KUHP, RUU PKS. 

Dalam dokumen Kajian Aliansi Rakyat Bergerak“Rakyat Bergerak: Mengajukan Klaim atas Ruang Publik” yang disusun Tim Panitia aksi merilis latar belakang peristiwa keruntuhan Presiden RI ke-2, H.M Soeharto yang saat itu murni dilandasi keinginan masyarakat dan mahasiswa untuk bangkit dari rezim yang dinilai otoriter itu. 

Dalam gerakan tersebut,setidaknya terdapatbeberapa poin penting yang menjadi landasan perjuangan reformasi. Pertama, narasi besar developmentalism rezim militer Soeharto yang telah berkontribusi terhadap tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan. Selanjutnya, ada semangat membebaskan masyarakatdaricengkramanketidakpastianhukum,menghapuskan korupsi, penyelewengan kekuasaan, kenaikan harga, dan pengangguran. Melalui latar belakang tersebut, gerakan reformasi menuntut lembaga penyalur pendapat masyarakat harus berperan serta menampung aspirasi pendapat masyarakat luas. Ada setidaknya enam agenda reformasi yang menjadi tuntutan masyarakat 21 tahun silam; 1) adili Soeharto dan kroninya; 2) amandemen UUD 1945; 3) penghapusan dwi fungsi ABRI; 4) hapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme; 5) pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya, dan 6) supremasi hukum. Di sisi lain, reformasi juga menjadi pintu pembuka tata kelola negara yang lebih partisipatif.

TOMMY DEE

Bersambung ......

Bagikan

Radio Nasional

Komentar Anda

0 comments: