Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Ricuh Pemecatan Sepihak Naker, Karyawan Apartemen Cervino Jakarta Saling Tuding

Ricuh Pemecatan Sepihak Naker, Karyawan Apartemen Cervino Jakarta Saling Tuding
Apartemen Cervino Village. Foto: Istemwa
Jakarta, RN - Persoalan pengelolaan Apartemen di Jakarta sepertinya tidak ada habisnya. Tak Hanya ricuh antara penghuni dan pengelola, bahkan kini sudah merambah ke persoalan antar karyawan pengelola. Hal itu terjadi di Apartemen Cervino Village yang terletak di bilangan Tebet Jakarta Selatan.

Seperti dikisahkan oleh salah satu karyawan berinisial P, karyawan PT. Teras Nirwana kepada jaringan media ini di Jakarta, Kamis (7/11)  bahwa kericuhan terjadi kemudian berujung pada pemecatan sepihak oleh petinggi manajemen terhadap beberapa karyawan.

"Bahasanya sih dirumahkan memang," kata P kepada Jaringan Media Radio Nasional (JMRN).

Selain pemecatan, bahkan ada juga beberapa karyawan yang dilaporkan ke Polisi, kata P. Kejadian itu, lanjut P bermula ketika petugas administrasi yang berwenang menandatangani kwitansi tanda terima uang IPL dan Public Utility sedang izin untuk tidak bertugas. Sehingga karyawan administrasi yg lain berinisial Y mengambil inisiatif menerima sekaligus menandatangani tanda terima pembayaran dari penghuni.

Bukannya disambut baik, inisiatif karyawan itu berujung kepada tuduhan penggelapan dana. Masih kata P, tuduhan itu dilayangkan oleh salah seorang karyawan senior bernama Z yang tidak suka dengan Y langsung membuat pengaduan kepada T, pimpinan Perusahaan pengelola itu.

Mendapat pengaduan, tanpa pengusutan terlebih dahulu T langsung menyuruh G selaku Legal Head untuk "merumahkan" Y. "Padahal duit yang disetor penghuni telah diserahkan oleh Y kepada I, ga tau deh sama IV disetor ga ke keuangan," kata P ditemui di salah satu cafe di Tebet.

Tidak terima dengan perlakuan pimpinannya, akhirnya Y pun menghubungi pengacaranya untuk menuntut hak-haknya. Y yang sudah bekerja selama 8 tahun lebih itu mengaku akan segera membuat pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja dalam waktu dekat agar dapat difasilitasi. Sebab, ia menilai pemecatannya tidak beralasan.

"Lagipula ga pake surat, cuma pake lisan. Kita kan ada mekanisme sesuai undang-undang. Jangan seenaknya aja maen pecat lisan begitu," kata Y kesal.

Sementara itu, Z yang juga menuding hampir semua karyawan "ada permainan" di Cervino Village hingga berita ini diturunkan masih buron. Betapa tidak, Z,  seorang kepala security Apartemen itu turut dituding membongkar laci administrasi hanya untuk membeli gorengan.

"Awas aja kalo dia kembali ke Cervino," kata Z sebagaimana ditirukan P.

Saat ini, dikabarkan G tengah membuat laporan polisi atas adanya indikasi penggelapan itu. Rencananya, kata S, Polsek Tebet akan memanggil dan memeriksa IV terlebih dahulu sebelum melangkah ke yang lain.

Persoalan ini menuai kritikan tajam dari penghuni Apartemen Cervino. Salah seorang Penghuni Apartemen yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa kejadian ricuh antar karyawan pengelola itu tak lain karena keserakahan pihak developer yang enggan melepaskan manajemen pengelolaan ke Perhimpunan Penghuni. Bahkan, kata dia, hingga kini belum jelas apakah disana Perhimpunan Penghuni sudab terbentuk atau belum.

"Tau-tau sudah ada perusahaan bayangan yakni PT Teras Nirwana," katanya.

"Yang kita tau kan Developernya PT Pakkodian, tanpa ada pemberitahuan ke Penghuni tiba-tiba saja ada Perusahaan pengelola yang namanya PT Teras Nirwana, padahal kan seharusnya telah dialihkan ke Perhimpunan Penghuni selambatnya 2 tahun setelah serah terima unit 2013 lali," kata Dia ketus.

REDAKSI |***

EDITOR : ANDRI ARIANTO
Bagikan

Radio Nasional

Komentar Anda