Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Sindikat Narkoba Miliki Misi Hancurkan NKRI

Cerita seputar sindikat narkoba kini telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan di setiap lapisan masyarakat Indonesia.
Sindikat Narkoba
Batam, RN - Cerita seputar narkoba kini telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan di setiap lapisan masyarakat Indonesia. Tersebarnya berita miring soal beberapa tokoh terkemuka Tanah Air yang tertangkap memakai atau memiliki narkoba dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, membuat pemerintah Indonesia langsung menetapkan status negara menjadi darurat.

Tidak bisa dimungkiri, kepopuleran narkoba terus meroket sejak kemunculannya di Indonesia pada era 1980-an. Kebanyakan orang berpikir bahwa alasan kuat yang mendorong seseorang untuk terjun ke dunia narkoba adalah ketidaksanggupan melalui sebuah atau serentetan masalah, minimnya rasa percaya diri atau tekanan sosial.

Selain itu, mereka juga berpikir bahwa narkoba digunakan hanya oleh mereka yang secara keuangan berkecukupan atau setidaknya datang dari kalangan kelas menengah lantaran harganya tergolong mahal.

BACA JUGA:
Perlu diketahui bahwa pada era 1990-an, hampir setengah dari anak jalanan atau anak-anak tunawisma di sepanjang jalan kota-kota besar di Indonesia tercatat sebagai pecandu narkoba jenis Fentanyl atau yang lebih populer dengan sebutan putaw. Bukti ini meluruskan fakta bahwa setiap individu, terlepas dari kondisi sosial dan finansialnya, mampu membeli narkoba. 

Putaw dijadikan solusi untuk membantu mengatasi rasa ketidaksanggupan mereka melewati kehidupan sebagai anak jalanan. Kemudian sejumlah jenis obat penenang yang masuk dalam kategori Benzodiazepine kerap disalahgunakan oleh kalangan pelajar dan pekerja kelas menengah ke bawah untuk membantu memacu rasa percaya diri sekaligus merespons pada tekanan sosial yang ada.


Penulis adalah Akhmad Rosano, kini memimpin tim kerja pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang pada Lembaga Swadaya Masyarakat Berantas Lingkaran Narkoba (LSM-BERLIAN)
Bagikan

Radio Nasional

Komentar Anda