Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

“Ogah” Memaafkan, Awe Lari Terbirit Tinggalkan Kerumunan Wartawan

Awe Dikerumuni Wartawan usai sidang di PN Batam   
Batam, JMRN | Bupati Lingga Alias Wello terlihat tegas dengan sikapnya tak mau memaafkan Mulkansyah meskipun telah diminta oleh Hakim Ketua, Muhammad Taufik pada persidangan selasa (24/07/2018) kemarin.  Menurut Alias Wello yang kerap dipanggil Awe, urusan maaf memaafkan adalah urusan personal, tidak bisa dilakukan dalam persidangan. 

Hakim Ketua Muhammad Taufik sampai dua kali menyampaikan anjuran kepada Awe terkait permintaan maaf dari Mulkansyah. Menurut Hakim, posisi Awe sebagai public figure dan juga pejabat public harusnya bisa menjaga keseimbangan magis yang ada. Namun begitupun, Awe tetap ngotot tidak mau memaafkan, meskipun terdakwa Mulkansyah menyatakan siap untuk meminta maaf.

Sikap Bupati Lingga ini jauh berbeda dengan sikap Direktur PT. Multi Coco Indonesia, Ady Indra Pawennari dan juga Nazaruddin, Kepala Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara. Kedua orang ini setelah ditanya hakim ternyata mau memaafkan. Mulkansyah sendiri dengan gentle menyalami Ady Indra Pawennari dan Nazaruddin untuk meminta maaf bahkan sampai berpelukan.

Usai Sidang, Bupati Lingga yang dikerumuni wartawan bergegas meninggalkan kantor Pengadilan Negeri Batam. Awe lebih memilih melayani pertanyaan wartawan terkait rencana pencalonan dirinya sebagai calon Anggota DPD RI pada 2019, daripada menjawab pertanyaan kru radionasional.com terkait permasalahan tidak mau memaafkan Mulkansyah. Singkat menjawab pertanyaan nyamuk pers, Awe melesat meninggalkan kerumunan wartawan dengan berlari menuju mobil plat merah yang ditumpanginya.  

Sikap Alias Wello ini mendapatkan perhatian khusus dari Andri Arianto, salah seorang tokoh gerakan pemuda di Batam yang intense mengikuti perkembangan kasus perseteruan Awe dengan Mulkan. “ Awe itu public figure dan pejabat public. Sudah benar yang dibilang hakim, tapi hatinya tetap keras tak mau memaafkan. Ini namanya Bupati keras kepala dan keras hati, mau mencalonkan DPD pula lagi. Siapa yang mau percaya jika bupatinya begini. Dua kawannya saja mau memaafkan kok, sampai berpelukan. Lha ini Bupati yang jelas – jelas pemimpin, panutan, justru keras hati dan keras kepala. Aneh. “ demikian Andri yang juga kuliah di Unrika ini menyampaikan pendapatnya kepada Radionasional.com. ( Arifin )

Bagikan

Komentar Anda

0 comments:

Terima kasih atas kunjungan Saudara ke laman berita Jaringan Media Radio Nasinal