Tentang Kami

Please Subscribe Your Email

BERITA HOT

RUBRIKASI

Bantuan Warga Batam untuk Masyarakat TPA Punggur

Batam, JMRN- Sejak pandemi covid-19 merebak di Indonesia, ekonomi masyarakat merosot tajam. Kondisi yang sama juga terjadi di Batam, daerah yang pernah menjadi primadona pertumbuhan ekonomi nasional ini.
Menyikapi hal ini, warga perumahan Citra Indah Batam Center tergerak untuk membantu masyarakat di TPA (tempat pembuangan akhir) Punggur, yang sehari-hari memulung untuk mencukupi kebutuhan dapur.

“Bapak Ibu, kongsi yuk! Beli beras 2 Ton (2000kg) repack @5kg jadi 400 bungkus, bagi ke 400-500 KK di TPA Punggur. Kondisi masyarakat TPA, kerja milah-milah sampah, sekarang tidak laku dijual. Susah cari pemasukan. Butuh Beras saja, seberapa saja sangat disyukuri,” begitu pesan beredar di grup Whatsapp permukiman itu.

Penggalangan dana berjalan dengan mulus dengan nilai sumbangan beragam, akhirnya sembako bantuan untuk warga TPA Punggur terkumpul dan diantar ke kantor RT setempat, Sabtu (11/4).

Mimi Tan, salah satu pencetus dan koordinator baksos berbasis permukiman ini, menjelaskan dia dan sejumlah tetangga awalnya berupaya menyumbang bantuan ke pelbagai komunitas secara swadaya, tetapi permintaan bantuan kian meningkat sejak pandemi covid-19 merebak.

“Sudah berjalan 2-3 minggu, kami juga kewalahan karena pemohon makin banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Terakhir, menurut Mimi, tebersit ide untuk menggalang dana dari penghuni sekompleks, ternyata hasil memuaskan. Dengan bantuan RT di perumahan Citra Indah, dana untuk 2 ton beras terkumpul dengan cepat.

“300 paket bantuan sembako berupa beras, minyak dan lainnya dari warga perumahan Citra Indah langsung didistribusikan ke warga yang sudah terdata,” tandasnya.

Sementara itu, warga di TPA Punggur bersyukur dan merasa senang mendapatkan perhatian dan bantuan dari warga Citra Indah.

Bahar, salah satu ketua RT dari 4 RT di TPA Punggur, mengungkapkan sempat resah dengan kondisi ekonomi yang terpuruk ini.

“Beberapa waktu ini sempat stres, bukan takut mati karna corona, tapi takut mati kelaparan,” ujarnya.

Bahar menjelaskan, penghuni di daerah TPA Punggur berjumlah sekitar 700 KK, dengan kombinasi 70% pemulung dan 30% lainnya pemdamping truk sampah.

Dari 700 KK tersebut, ketua RT setempat telah menyeleksi 300 KK disebut benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.

ABDUL RAHMAN
Bagikan

Radio Nasional

Komentar Anda

0 comments:

Terima kasih atas kunjungan Saudara ke laman berita Jaringan Media Radio Nasinal